Batasan Usia Pelamar Kerja, Perlu atau Tidak?

Aturan pembatasan usia pelamar kerja dalam iklan lowongan pekerjaan resmi dihapuskan pada bulan Mei 2025 lalu. Kementerian Ketenagakerjaan lewat Surat Edaran (SE) Nomor M/6/HK.04/V/2025 resmi melarang adanya batasan usia maksimal dalam iklan lowongan kerja. Menurut Menteri Ketenagakerjaan Yassierli, SE ini bertujuan untuk menciptakan dunia tenaga kerja yang adil dan inklusif, tanpa adanya diskriminasi usia. Namun timbul pertanyaan berikutnya, apakah penghapusan batasan usia pelamar kerja ini dapat diterapkan pada semua industri? Bagaimana dengan industri-industri tertentu yang membutuhkan kemampuan fisik atau teknis yang dipengaruhi oleh usia? Simak artikel ini lebih jauh untuk bahasan lengkapnya.

Sejak diterbitkan, SE Kemnaker ini memang mendapat sambutan hangat dari masyarakat. Pekerja muda menyuarakan bahwa usia tidak selalu mencerminkan kemampuan, dan seleksi kandidat seharusnya berbasis skill, edukasi, serta bakat yang dimiliki. Sementara pekerja berpengalaman berargumen bahwa mereka yang lebih matang seringkali memiliki kapasitas adaptasi lebih tinggi dibanding fresh graduate.

Hanya saja, ada satu catatan penting yang perlu diperhatikan. SE ini masih bersifat himbauan, bukan peraturan yang mengikat secara hukum. Sejumlah pihak menganggap bahwa SE ini bisa menjadi pintu masuk bagi regulasi yang lebih tegas di masa depan. Namun untuk saat ini, belum ada sanksi hukum bagi perusahaan yang masih menerapkan batasan usia maksimal dalam iklan lowongan pekerjaannya. 

Mengapa Perusahaan Menerapkan Batasan Usia?

Sebenarnya, ada beberapa alasan yang masuk akal soal mengapa perusahaan menerapkan batasan usia maksimal dalam lowongan kerja, antara lain:

  1. Mekanisme Penyaringan Awal Efisien

Dilansir dari MetroTVNews.com, Ketua Umum Apindo, Shinta Widjaja Kamdani menyatakan bahwa batas usia bukan karena alasan diskriminasi. Namun, batasan usia berfungsi sebagai filter awal terhadap tingginya jumlah pelamar yang masuk dibanding kemampuan rekrutmen perusahaan. Dengan begitu, proses seleksi kandidat jadi lebih terarah dan efisien.

  1. Karakteristik Pekerjaan Tertentu

Beberapa posisi secara fisik dan teknis menuntut tenaga prima, misalnya operator, petugas keamanan, atau pembersih gedung. Batasan usia dianggap perlu untuk menjamin keselamatan dan produktivitas kerja.

  1. Pertimbangan Upah dan Biaya

Usia pelamar sering dijadikan indikator pengalaman. Data menunjukkan pelamar di rentang usia 24–25 tahun cenderung bersedia bekerja dengan gaji lebih rendah. Hal ini akan membantu perusahaan dalam mengendalikan biaya operasional.

  1. Keselarasan Budaya dan Generasi

Perusahaan kerap menyesuaikan karakter generasi dengan kebutuhan bisnis mereka. Apakah perusahaan membutuhkan Gen Z yang “kekinian” atau generasi milenial yang stabil? Perusahaan startup atau digital misalnya, dominan mencari kandidat Gen Z. Sementara di sisi lain, perusahaan korporat lebih sering mencari kandidat dari generasi milenial.

  1. Branding dan Citra Perusahaan

Beberapa organisasi ingin menampilkan citra modern, dinamis, atau fresh. Menetapkan batasan usia 25–30 tahun sering dianggap bagian dari strategi branding perusahaan.

  1. Stabilitas dan Loyalitas

Perusahaan percaya bahwa pekerja muda lebih fleksibel dan mudah dibentuk, sedangkan yang lebih tua dinilai punya loyalitas lebih tinggi. Meskipun demikian, hal ini jelas bukan aturan baku.

Namun, meskipun ada beberapa keuntungan pragmatis bagi perusahaan, batasan usia maksimal dalam lowongan kerja sangat rentan menciptakan diskriminasi sistematis. Ini dapat menutup pintu peluang kerja pada kandidat pelamar yang sebenarnya kompeten dan berdaya.

Tren Masa Kini: Rekrutmen Berbasis Kompetensi

Perusahaan-perusahaan modern, terutama yang bergerak di sektor digital dan teknologi, kini lebih menekankan rekrutmen berbasis kompetensi. Artinya, yang dinilai adalah keahlian, pengalaman, dan kesesuaian nilai kandidat dengan budaya perusahaan, bukan sekadar usia.

Beberapa perusahaan bahkan secara eksplisit mencantumkan “tanpa batasan usia” dalam lowongan kerja, sebagai bentuk komitmen terhadap inklusi dan keberagaman. Langkah ini dinilai positif untuk memperluas basis kandidat dan mendapatkan talenta terbaik dari berbagai kelompok usia.

Jadi, apakah batasan usia pelamar kerja masih diperlukan? Hal ini tentu tergantung konteks, tetapi secara umum tren global semakin mendorong rekrutmen berbasis kompetensi, bukan usia. Batas usia mungkin masih relevan untuk pekerjaan tertentu yang memerlukan kemampuan fisik atau teknis khusus. Akan tetapi untuk sebagian besar posisi dalam perusahaan, fokus seharusnya diberikan pada keterampilan, pengalaman, dan kesesuaian dengan kebutuhan organisasi.

Perlu diingat pula bahwa membatasi usia pelamar kerja secara kaku justru dapat menghambat inovasi dan keberagaman di tempat kerja. Langkah terbaik bagi perusahaan adalah membuka kesempatan bagi semua kandidat secara objektif berdasarkan kualifikasi dan kemampuan mereka, bukan usianya.

Dalam proses rekrutmen, penyaringan lamaran yang masuk dapat menjadi proses yang memakan waktu. Namun dengan HRIS Gaji.id, proses filtering lamaran dapat diotomatisasi, sehingga menghemat waktu dan meringankan beban pekerjaan di departemen HR. Apalagi lewat fitur blacklist, sistem Gaji.jd dapat menyaring dan menyingkirkan kandidat yang tidak memenuhi syarat dan ketentuan perusahaan. Ingin tahu lebih lanjut tentang aplikasi Gaji.id? Hubungi kami atau jadwalkan demo untuk informasi selengkapnya. 

Share this Article:

Scroll to Top