Tak banyak orang yang mengetahui, tapi lowongan pekerjaan yang beredar di internet ternyata tak selalu asli. Itu sebabnya terkadang pencari kerja yang telah melamar tidak pernah mendengar kembali dari perusahaan perekrut. Inilah fenomena yang disebut ghost job posting. Istilah ini merujuk pada praktik perusahaan yang memasang iklan lowongan pekerjaan, tetapi tidak benar-benar berniat merekrut orang untuk posisi tersebut. Sekilas, postingan lowongan tampak seperti peluang karier yang menjanjikan, namun pada kenyataannya itu hanyalah ilusi yang menyesatkan pencari kerja. Simak artikel ini untuk mengetahui lebih dalam mengenai tren ghost job posting dan bagaimana cara menghindarinya.
Apa Itu Ghost Job Posting?
Ghost job posting adalah iklan lowongan yang tidak sesuai kenyataan, entah karena posisi tersebut sudah diisi atau memang tidak pernah ada. Meski terlihat seperti peluang kerja nyata, tapi sebenarnya perusahaan tidak benar-benar mencari kandidat baru. Praktik ini sering muncul di portal rekrutmen, situs karier perusahaan, maupun media sosial profesional.
Alasan di balik job posting seperti ini bervariasi, dan tidak semuanya bersifat negatif. Beberapa alasan umum antara lain:
- Membangun database kandidat
Perusahaan ingin mengumpulkan CV untuk keperluan jangka panjang, meskipun tidak ada posisi terbuka saat ini. Dengan begitu, saat kebutuhan muncul, mereka sudah memiliki daftar kandidat potensial.
- Menciptakan citra perusahaan yang berkembang
Dengan memasang banyak lowongan, perusahaan ingin terlihat sedang berkembang pesat, padahal realitanya tidak selalu demikian.
- Memenuhi persyaratan internal atau regulasi
Beberapa perusahaan wajib membuka lowongan secara publik, meskipun sudah memiliki kandidat yang hampir pasti diterima.
- Sekadar mempertahankan visibilitas
Lowongan palsu membuat nama perusahaan tetap muncul di platform rekrutmen sehingga memperkuat branding mereka di mata pencari kerja.
Dampak Negatif bagi Pencari Kerja
Bagi pencari kerja, job posting palsu dapat membawa dampak yang cukup merugikan, antara lain:
- Kandidat akan merasa telah membuang waktu dan energi. Mereka mungkin menghabiskan berjam-jam menyiapkan CV, surat lamaran, hingga wawancara untuk posisi yang sebenarnya tidak pernah tersedia.
- Kekecewaan dan stres dapat timbul dalam diri pelamar. Pupusnya harapan ketika mengetahui lowongan yang diinginkan ternyata palsu dapat mempengaruhi motivasi dan kesehatan mental pencari kerja.
- Praktik-praktik seperti ini dapat mengurangi kepercayaan pada perusahaan. Ketika terungkap, reputasi perusahaan bisa menurun di mata pencari kerja maupun publik.
Ciri-ciri dan Cara Menghindari Ghost Job Posting
Meski sulit dipastikan, ada beberapa indikator yang bisa membantu pencari kerja mengenali job posting palsu, antara lain:
- Iklan lowongan sudah lama dipasang tanpa pembaruan. Jika iklan terus aktif berbulan-bulan tanpa kejelasan, kemungkinan besar itu bukan lowongan nyata.
- Deskripsi pekerjaan yang diberikan terlalu umum. Lowongan yang samar, tanpa detail tanggung jawab atau kualifikasi jelas patut dicurigai.
- Tidak ada tindak lanjut dari perusahaan setelah kandidat melamar. Jika pelamar tidak pernah mendapat kabar meski profilnya sesuai, bisa jadi lowongan hanya formalitas.
- Lowongan posisi yang sama terus-menerus muncul. Perusahaan yang berulang kali mengiklankan jabatan identik dalam waktu singkat kemungkinan sedang mengumpulkan data, bukan benar-benar merekrut.
Lalu bagaimana cara menghindari lowongan kerja palsu? Sebelum melamar suatu lowongan pekerjaan, Anda dapat melakukan investigasi pribadi terlebih dahulu, seperti:
- Cek situs resmi perusahaan. Pastikan lowongan juga ada di website resmi mereka.
- Perhatikan tanda mencurigakan. Deskripsi terlalu umum, lowongan lama tidak ditutup, atau posisi sama yang muncul berulang patut menjadi catatan. Karena bisa jadi lowongan tersebut palsu.
- Gunakan platform lowongan kerja terpercaya. Utamakan portal kerja besar atau website resmi, bukan iklan acak di media sosial.
- Riset reputasi perusahaan. Baca ulasan karyawan atau tanyakan langsung pada mereka yang telah bekerja di perusahaan tersebut.
- Pantau proses lamaran secara berkala. Jika tidak ada konfirmasi atau komunikasi yang jelas, bisa jadi itu lowongan palsu.
- Diversifikasi lamaran dan jangan hanya berharap pada satu lowongan kerja saja.
Di masa kini, Ghost job posting menjadi praktik yang semakin sering ditemui, terutama ketika proses rekrutmen berlangsung cepat dan masif. Oleh karena itu, pencari kerja perlu lebih kritis dalam menyaring informasi, sementara perusahaan lebih transparan dan etis dalam mempublikasikan lowongan. Dengan kesadaran bersama, diharapkan fenomena job posting palsu dapat diminimalkan, sehingga proses rekrutmen menjadi lebih jujur, efisien, dan saling menguntungkan.
Untuk mendukung proses rekrutmen, perusahaan juga dapat menggunakan aplikasi HRIS seperti Gaji.id. Dengan fitur rekrutmen yang lengkap, aplikasi Gaji.id membuat proses administrasi rekrutmen menjadi jauh lebih mudah dan praktis. Kandidat pun memperoleh pengalaman melamar kerja yang nyaman dan tidak berbelit. Dari sisi perusahaan, aplikasi rekrutmen Gaji.id sangat meringankan beban tim HR, sebab sebagian besar administrasi rekrutmen dapat diotomatisasi. Hal ini termasuk penyaringan CV sesuai kriteria, blacklist kandidat yang tidak memenuhi syarat, dan lain sebagainya. Jadi, ingin tahu lebih lanjut tentang Gaji.id? Hubungi kami atau jadwalkan demo untuk informasi selengkapnya.