OKR vs KPI: Apa Bedanya dan Kapan Harus Menggunakannya?

OKR dan KPI sebenarnya merupakan dua metode umum yang sudah sering diterapkan dalam dunia kerja di Indonesia. Namun perbedaan keduanya dan kapan penggunaan yang tepat dari kedua metode tersebut yang masih sering menjadi pertanyaan, terutama di kalangan HRD. Dalam praktiknya, baik OKR maupun KPI sama-sama digunakan untuk mengukur kinerja, tetapi fungsi dan pendekatannya berbeda. Artikel ini akan mengupas secara tuntas tentang OKR vs KPI, termasuk definisi, perbedaan, dan kapan waktu yang tepat untuk menggunakannya.

OKR vs KPI: Definisi

OKR adalah singkatan dari Objectives and Key Results. Ini adalah metode penetapan tujuan yang membantu perusahaan fokus pada hal-hal yang benar-benar penting.

Objective adalah tujuan besar yang ingin dicapai. Biasanya dirumuskan secara singkat, inspiratif, dan memberi arah. Key Results adalah ukuran konkret untuk menentukan apakah tujuan tersebut tercapai atau belum.

Misalnya, sebuah perusahaan ingin “meningkatkan pengalaman pelanggan.” Itu adalah objective. Lalu ditetapkan beberapa key results, seperti:

  • meningkatkan skor kepuasan pelanggan,
  • memangkas waktu respon,
  • atau meningkatkan jumlah pelanggan yang kembali berbelanja.

OKR biasanya dibuat untuk jangka waktu singkat seperti 3 bulan. Tujuannya agar tim tetap fokus, cepat bergerak, dan berani mencoba hal-hal baru. OKR juga sering bersifat ambisius. Tidak masalah jika pencapaiannya tidak 100%, selama ada kemajuan besar.

KPI adalah singkatan dari Key Performance Indicator, yaitu metrik yang dipakai untuk memantau kinerja harian atau bulanan. Istilah ini mungkin lebih akrab terdengar di telinga Anda, dibandingkan dengan OKR. Hampir seluruh bisnis di Indonesia sudah merancang KPI yang ingin dicapai, bahkan sejak awal usaha tersebut didirikan. KPI membantu perusahaan melihat apakah proses kerja berjalan dengan baik. Contoh KPI meliputi:

  • Jumlah penjualan bulanan,
  • Tingkat kehadiran karyawan,
  • Waktu rata-rata pengerjaan layanan,
  • Tingkat kepuasan pelanggan.

KPI biasanya lebih stabil dan tidak berubah-ubah terlalu cepat. Kalau OKR fokus pada perubahan dan pertumbuhan, KPI fokus pada kesehatan operasional. Jika KPI turun, berarti ada masalah yang perlu segera ditangani.

Perbedaan Utama antara OKR vs KPI

Walaupun sering digunakan bersama, OKR dan KPI sebenarnya memiliki peran yang berbeda. Berikut beberapa perbedaan yang paling nampak dari kedua metode tersebut:

  1. Tujuan Penggunaan

OKR dipakai untuk mendorong perubahan besar, inovasi, atau perbaikan signifikan. KPI digunakan untuk memantau apakah pekerjaan sehari-hari berjalan sesuai target.

Dengan kata lain, OKR berbicara tentang “ke mana kita ingin pergi,” sedangkan KPI berbicara tentang “bagaimana kondisi kita saat ini.”

  1. Tingkat Ambisi

OKR cenderung menantang dan dirancang agar tim keluar dari zona nyaman. KPI lebih realistis dan harus dicapai agar operasi dianggap sehat.

  1. Siklus Waktu

OKR biasanya diatur per kuartal agar perusahaan bisa cepat beradaptasi. KPI bisa dipakai terus menerus dari tahun ke tahun.

  1. Fokus Pengukuran

OKR mengukur outcome, yakni dampak dari apa yang ingin dicapai. KPI mengukur output, yaitu aktivitas dan performa yang sedang berlangsung.

Bagaimana OKR dan KPI Bisa Bekerja Bersama?

Banyak perusahaan mengira mereka harus memilih salah satu metode, padahal keduanya bisa saling melengkapi. Justru, perusahaan yang sukses biasanya menggunakan OKR dan KPI secara bersamaan.

Mari kita melihat contoh sederhana OKR vs KPI untuk dapat mengetahui perbedaannya. Bayangkan Anda sedang mengelola sebuah restoran, berikut OKR dan KPI yang bisa diterapkan:

  • OKR: “Menciptakan pengalaman makan yang lebih menyenangkan,” dengan key results seperti meningkatkan rating menjadi 4,8, mempercepat waktu penyajian, atau meluncurkan menu baru yang lebih menarik.
  • KPI: waktu penyajian rata-rata, tingkat kebersihan, rating pelanggan, jumlah pesanan harian.

KPI menjaga dan memastikan operasional day-to-day restoran berjalan dengan baik. OKR membantu restoran berkembang dan menjadi lebih unggul dari kompetitor.

Jadi, OKR dan KPI sama sama penting, namun peran dan fungsinya saja yang berbeda. OKR membantu perusahaan menentukan arah dan mendorong perubahan besar. KPI membantu memastikan proses kerja tetap stabil dan efisien. Dengan memahami perbedaan ini, perusahaan bisa menggunakannya secara bersamaan untuk mencapai kinerja terbaik. Lagipula, menggabungkan keduanya merupakan cara kerja modern yang terbukti efektif dalam banyak organisasi di seluruh dunia.

Selain menerapkan OKR dan KPI, perusahaan juga perlu menggunakan HRIS yang canggih dan mumpuni dalam mendukung pengelolaan SDM. Salah satu HRIS terkemuka di Indonesia yang andal dalam mengelola administrasi HR secara komprehensif adalah Gaji.id. Berbasis AI, aplikasi Gaji.id dapat mengotomatisasi proses-proses administrasi HR yang kompleks, membuat pengelolaan administrasi karyawan menjadi jauh lebih mudah dan praktis. Ingin tahu lebih lanjut tentang aplikasi Gaji.id? Hubungi kami atau jadwalkan demo untuk informasi selengkapnya.

Share this Article:

Scroll to Top