facebook pixel

Cara Menerapkan OKR, Contoh, dan Perbedaannya dengan KPI

OKR (Objectives and Key Results)

Perusahaan membutuhkan tujuan yang jelas agar setiap tim memahami hasil yang ingin dicapai dan bagaimana kontribusinya terhadap target bisnis. OKR (Objectives and Key Results) dapat digunakan sebagai kerangka untuk menetapkan tujuan dan mengukur hasil yang ingin dicapai dalam periode tertentu.

Namun, OKR tidak cukup hanya dibuat sebagai daftar target. Perusahaan perlu menentukan objective yang relevan dan menetapkan hasil yang dapat diukur. Langsung saja simak informasi selengkapnya di bawah ini!

Keuntungan Penggunaan OKR

Penerapan OKR dapat membantu perusahaan menghubungkan tujuan bisnis dengan pekerjaan yang dilakukan oleh setiap tim. 

Beberapa keuntungan yang dapat diperoleh perusahaan dari penggunaan OKR meliputi:

1. Menyelaraskan Tujuan Perusahaan dan Tim

OKR membantu menerjemahkan tujuan perusahaan menjadi target yang lebih spesifik pada tingkat departemen maupun tim. Dengan hubungan tersebut, setiap tim dapat memahami kontribusinya terhadap prioritas organisasi.

2. Membantu Karyawan Bekerja Lebih Fokus

Objective dan Key Results memberikan arah yang lebih jelas mengenai hasil yang perlu dicapai. Karyawan dapat menggunakan target tersebut sebagai acuan untuk menentukan prioritas pekerjaan selama periode berjalan.

3. Meningkatkan Transparansi Kinerja

OKR membuat tujuan dan progres pencapaian dapat dipantau secara lebih terstruktur. Informasi tersebut membantu tim dan manajemen memahami perkembangan target serta mengetahui area yang membutuhkan perhatian.

Baca Juga: Tahapan Performance Improvement Plan (PIP) & Contohnya

4. Mendukung Evaluasi Berdasarkan Data

Pencapaian OKR dapat dilihat berdasarkan Key Results yang memiliki ukuran tertentu. Data tersebut dapat menjadi salah satu bahan dalam mengevaluasi kinerja dan menentukan tindak lanjut yang diperlukan.

5. Membantu Perusahaan Beradaptasi dengan Perubahan

Prioritas bisnis dapat berubah karena kondisi pasar, kebutuhan pelanggan, atau strategi perusahaan. Review OKR secara berkala membantu perusahaan mengevaluasi apakah target yang ditetapkan masih relevan dan melakukan penyesuaian bila diperlukan.

Bagaimana Struktur OKR dalam Perusahaan?

OKR terdiri dari dua komponen utama yang saling berkaitan. Objective menentukan arah yang ingin dicapai, sedangkan Key Results menunjukkan ukuran keberhasilannya.

1. Objective

Objective adalah tujuan yang ingin dicapai dalam periode tertentu. Objective sebaiknya menggambarkan hasil yang ingin diwujudkan dan memiliki hubungan dengan prioritas perusahaan.

Contohnya: Meningkatkan pengalaman pelanggan pada layanan digital perusahaan.

Objective tersebut memberikan arah yang jelas, tetapi belum menunjukkan ukuran keberhasilannya.

2. Key Results

Key Results merupakan hasil terukur yang digunakan untuk mengetahui apakah objective telah tercapai.

Contohnya:

  • Meningkatkan customer satisfaction score dari 80 menjadi 90.
  • Mengurangi rata-rata waktu penyelesaian keluhan dari 24 jam menjadi 12 jam.
  • Meningkatkan persentase pelanggan yang menggunakan layanan digital sebesar 20%.

Satu objective dapat memiliki beberapa Key Results. Setiap Key Result perlu memiliki ukuran yang jelas agar progres dapat dipantau secara objektif.

Baca Juga: Talent Management: Tujuan, Pilar, & Strategi untuk Perusahaan

Bagaimana Cara Menerapkan OKR?

Penerapan OKR perlu dimulai dari tujuan bisnis agar target yang dibuat setiap tim tetap memiliki hubungan dengan arah perusahaan. 

Prosesnya dapat dilakukan melalui beberapa tahap berikut:

1. Tentukan Prioritas Bisnis

Tentukan terlebih dahulu hasil yang ingin dicapai perusahaan dalam periode tertentu. Prioritas tersebut dapat berkaitan dengan pertumbuhan bisnis, peningkatan produktivitas, pengalaman pelanggan, efisiensi operasional, maupun pengembangan produk.

2. Susun Objective

Turunkan prioritas bisnis menjadi objective yang spesifik untuk perusahaan atau departemen. Objective sebaiknya cukup jelas untuk memberikan arah, tetapi tidak terlalu banyak sehingga fokus tim terbagi.

3. Tentukan Key Results

Tentukan indikator hasil yang dapat menunjukkan pencapaian objective. Key Results perlu memiliki ukuran yang jelas sehingga progres dapat dibandingkan dengan kondisi awal dan target akhir.

4. Hubungkan OKR Antarlevel

OKR perusahaan dapat diterjemahkan menjadi objective untuk departemen dan tim. Dengan hubungan tersebut, karyawan dapat memahami bagaimana pekerjaan mereka berkontribusi terhadap target organisasi.

5. Monitor Progress Secara Berkala

OKR sebaiknya tidak hanya diperiksa pada akhir periode. Monitoring secara berkala membantu perusahaan mengetahui apakah target berjalan sesuai rencana atau membutuhkan penyesuaian.

6. Lakukan Review

Setelah periode OKR berakhir, evaluasi hasil yang telah dicapai. Perusahaan dapat melihat Key Results yang tercapai, belum tercapai, maupun faktor yang memengaruhi hasil tersebut sebagai bahan perbaikan periode berikutnya.

Baca Juga: Strategi Workforce Planning untuk Perusahaan Modern

Contoh OKR Berdasarkan Departemen

OKR dapat diterapkan pada berbagai fungsi perusahaan. Objective dan Key Results perlu disesuaikan dengan tanggung jawab masing-masing departemen.

1. Departemen Marketing

Objective: Meningkatkan kontribusi pemasaran terhadap pertumbuhan pelanggan.

Key Results:

  • Meningkatkan qualified leads sebesar 30%.
  • Meningkatkan conversion rate dari 5% menjadi 8%.
  • Meningkatkan kontribusi pelanggan baru dari kanal digital sebesar 25%.

2. Departemen Product Development

Objective: Meningkatkan kualitas dan penggunaan produk digital.

Key Results:

  • Meningkatkan jumlah pengguna aktif bulanan sebesar 20%.
  • Mengurangi jumlah laporan bug kritis sebesar 30%.
  • Meningkatkan tingkat penyelesaian fitur prioritas menjadi 90% sesuai roadmap.

3. Departemen HR

Objective: Meningkatkan efektivitas pengelolaan dan pengembangan karyawan.

Key Results:

  • Meningkatkan tingkat penyelesaian performance review menjadi 95%.
  • Meningkatkan partisipasi karyawan dalam program pengembangan menjadi 85%.
  • Mengurangi waktu pemenuhan posisi kritis sebesar 20%.

Contoh tersebut dapat disesuaikan dengan kondisi perusahaan. 

Indikator yang digunakan sebaiknya benar-benar berkaitan dengan hasil yang ingin dicapai, bukan sekadar jumlah aktivitas yang dilakukan.

Apa Perbedaan OKR dan KPI?

OKR dan KPI sama-sama dapat digunakan dalam pengelolaan kinerja, tetapi memiliki fungsi yang berbeda. Berikut ini perbedaan OKR dan KPI:

Aspek OKR KPI
Fokus Tujuan dan hasil yang ingin dicapai Indikator kinerja yang dipantau
Penggunaan Mendorong pencapaian prioritas atau perubahan tertentu Memantau performa terhadap standar atau target
Struktur Objective dan Key Results Satu atau beberapa indikator kinerja
Periode Umumnya ditetapkan untuk periode tertentu Dapat dipantau secara berkelanjutan
Contoh Meningkatkan kepuasan pelanggan dengan beberapa Key Results Customer satisfaction score

Kesalahan yang Perlu Dihindari Saat Menerapkan OKR

Penerapan OKR dapat kehilangan manfaatnya jika perusahaan hanya berfokus pada pembuatan target tanpa memastikan kualitas dan relevansinya. 

Beberapa kesalahan yang perlu diperhatikan antara lain:

  • Membuat terlalu banyak objective. 
  • Menjadikan aktivitas sebagai Key Results.
  • Menetapkan target tanpa ukuran yang jelas.
  • Tidak menghubungkan OKR dengan tujuan bisnis. 
  • Hanya mengevaluasi OKR di akhir periode. 

Optimalkan Pengelolaan OKR dengan Aplikasi Manajemen Kinerja Gaji.id

Penerapan OKR membutuhkan proses yang terstruktur agar target, progres, dan hasil evaluasi dapat dikelola secara konsisten. 

Jika data kinerja masih tersebar di spreadsheet atau dokumen terpisah, HR dapat membutuhkan waktu lebih banyak untuk memantau pencapaian setiap tim dan individu.

Aplikasi manajemen kinerja Gaji.id membantu perusahaan mengelola performance management dengan dukungan OKR, KPI, 360 Degree, dan 9-Box Analytics. 

Perusahaan dapat menyesuaikan indikator kinerja dengan kebutuhan organisasi sehingga proses evaluasi tetap relevan dengan target dan arah bisnis.

Data performa yang terstruktur juga membantu HR memperoleh hasil evaluasi yang lebih menyeluruh dan mendukung pengambilan keputusan strategis.

Untuk perusahaan dengan kebutuhan performance management yang berbeda, proses dan indikator dapat dikonfigurasi sesuai struktur organisasi dan tujuan yang ingin dicapai.

Hubungi tim Gaji.id untuk mengetahui kebutuhan pengelolaan performance management perusahaan Anda dan jadwalkan demo untuk melihat solusi yang dapat dikonfigurasi sesuai kebutuhan organisasi.

Share this Article: