{"id":4854,"date":"2019-07-11T20:54:15","date_gmt":"2019-07-11T13:54:15","guid":{"rendered":"https:\/\/www.gaji.id\/?p=4854"},"modified":"2019-07-11T20:54:15","modified_gmt":"2019-07-11T13:54:15","slug":"perhitungan-pesangon-menurut-pasal-156-ayat-2-uu-ketenagakerjaan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.gaji.id\/id\/2019\/07\/11\/perhitungan-pesangon-menurut-pasal-156-ayat-2-uu-ketenagakerjaan\/","title":{"rendered":"Perhitungan Pesangon Menurut Pasal 156 Ayat 2 UU Ketenagakerjaan"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sampai saat ini mungkin tidak sedikit karyawan yang mendapatkan uang pesangon. Perlu diketahui bahwa uang pesangon adalah uang yang diberikan oleh pemilik perusahaan kepada para karyawan. Pemberian uang tersebut berhubungan dengan berakhirnya masa kerja atau adanya pemutusan kerja terhadap karyawan. Bagi karyawan yang mendapatkan uang pesangon, berarti karyawan tersebut telah mengalami pemutusan kerja atau masa kerjanya telah berakhir. Berikut adalah beberapa penjelasan tentang perhitungan pesangon menurut pasal 156 ayat 2 UU ketenagakerjaan:<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">1. Masa Kerja Kurang Dari 1 Tahun<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Bagi para karyawan yang bekerja pada sebuah perusahaan selama kurang lebih 1 tahun, maka karyawan tersebut akan mendapatkan uang pesangon sebesar 1 bulan gaji pada perusahaan tersebut. untuk dapat memudahkan para pemilik perusahaan dalam penghitungan uang pesangon, alangkah baiknya untuk menggunakan aplikasi.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">2. Masa Kerja 1 Tahun Lebih, Namun Kurang Dari 2 Tahun<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Karyawan yang mengalami pemutusan kerja, nantinya akan mendapatkan uang pesangon. Untuk karyawan yang sudah bekerja selama 1 tahun lebih,namun kurang dari 2 tahun, maka karyawan tersebut akan mendapatkan pesangon sebesar gaji selama 2 bulan.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">3. Masa Kerja 2 Tahun Lebih, Namun Kurang Dari 3 tahun<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Perhitungan pesangon akan lebih akurat jika menggunakan sebuah aplikasi. Jadi para pemilik perusahaan tidak perlu khawatir dalam memberikan uang pesangon kepada para karyawan. Bagi para karyawan yang mengalami pemutusan kerja setelah bekerja selama 2 tahun lebih namun kurang dari 3 tahun, karyawan tersebut akan mendapatkan pesangon sebesar gaji selama 3 bulan bekerja pada perusahaan tersebut.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">4. Masa Kerja 3 Tahun Lebih, Namun Kurang Dari 4 tahun<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Uang pesangon yang akan diberikan kepada karyawan yang telah mengalami pemutusan kerja akan diperhitungkan secara matang oleh pemilik perusahaan. Karyawan yang telah mempunyai masa kerja selama e tahun lebih namun kurang dari 4 tahun, maka karyawan tersebut akan mendapatkan uang pesangon sebesar gaji selama 4 bulan bekerja di perusahaan tersebut.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">5. Masa Kerja 4 Tahun Lebih, Namun Kurang dari 5 tahun<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Jika para karyawan telah bekerja selama 4 tahun lebih namun kurang dari 5 tahun, maka nantinya karyawan tersebut akan mendapatkan uang pesangon sebesar gaji selama 5 bulan bekerja pada perusahaan. Perhitungan pesangon tersebut telah diatur dalam Undang-Undang, jadi tidak dapat diubah-ubah.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">6. Masa Kerja 5 tahun Lebih, Namun Kurang Dari 6 tahun<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Para karyawan yang mengalami pemutusan kerja, tidak perlu khawatir karena nantinya akan mendapatkan uang pesangon. Untuk karyawan yang telah bekerja selama 5 tahun lebih namun kurang dari 6 tahun, maka karyawan tersebut akan memperoleh uang pesangon sebesar gaji bekerja selama 6 bulan di perusahaan tersebut.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">7. Masa Kerja 6 Tahun Lebih, Namun Kurang Dari 7 Tahun<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Perhitungan pesangon untuk karyawan yang telah bekerja pada sebuah perusahaan selama 6 tahun lebih, namun kurang dari 7 tahun, maka karyawan tersebut akan mendapatkan uang pesangon sebesar gaji yang diberikan selama 7 bekerja di sana.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">8. Masa Kerja 7 Tahun Lebih, Namun Kurang Dari 8 Tahun<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Karyawan yang telah bekerja pada sebuah perusahaan selama lebih dari 7 tahun, namun kurang dari 8 tahun, maka karyawan tersebut nantinya akan mendapatkan pesangon sebesar gaji yang diberikan selama 8 bulan bekerja.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">9. Masa Kerja 8 Tahun Atau Lebih<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Jika nantinya ada karyawan yang sudah bekerja selama 8 tahun lebih, maka karyawan tersebut akan mendapatkan pesangon sebesar gaji selama 9 bulan bekerja pada perusahaan. Perhitungan uang pesangon ini dapat dipermudah dengan adanya aplikasi. Jadi para pemilik perusahaan lebih baik menggunakan aplikasi dalam perhitungan uang pesangon.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Itu tadi merupakan beberapa penjelasan mengenai perhitungan pesangon menurut pasal 156 ayat 2 UU ketenagakerjaan. Jika ada sebuah perusahaan yang mempunyai aturan sendiri tentang pemberian pesangon, alangkah baiknya dihitung menggunakan aplikasi. Aplikasi yang cocok untuk penghitungan gaji, uang pesangon, THR dan lain-lain adalah Gaji.id. Jadi mulai dari sekarang pakailah aplikasi&nbsp;<a href=\"https:\/\/www.gaji.id\/\">Gaji.id<\/a>&nbsp;untuk kemudahan bisnis ataupun perushaan Anda.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sampai saat ini mungkin tidak sedikit karyawan yang mendapatkan uang pesangon. Perlu diketahui bahwa uang pesangon adalah uang yang diberikan oleh pemilik perusahaan kepada para karyawan. Pemberian uang tersebut berhubungan dengan berakhirnya masa kerja atau adanya pemutusan kerja terhadap karyawan. Bagi karyawan yang mendapatkan uang pesangon, berarti karyawan tersebut telah mengalami pemutusan kerja atau masa [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":4855,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"site-sidebar-layout":"default","site-content-layout":"","ast-site-content-layout":"default","site-content-style":"default","site-sidebar-style":"default","ast-global-header-display":"","ast-banner-title-visibility":"","ast-main-header-display":"","ast-hfb-above-header-display":"","ast-hfb-below-header-display":"","ast-hfb-mobile-header-display":"","site-post-title":"","ast-breadcrumbs-content":"","ast-featured-img":"","footer-sml-layout":"","ast-disable-related-posts":"","theme-transparent-header-meta":"","adv-header-id-meta":"","stick-header-meta":"","header-above-stick-meta":"","header-main-stick-meta":"","header-below-stick-meta":"","astra-migrate-meta-layouts":"default","ast-page-background-enabled":"default","ast-page-background-meta":{"desktop":{"background-color":"var(--ast-global-color-4)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"tablet":{"background-color":"","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"mobile":{"background-color":"","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""}},"ast-content-background-meta":{"desktop":{"background-color":"var(--ast-global-color-5)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"tablet":{"background-color":"var(--ast-global-color-5)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"mobile":{"background-color":"var(--ast-global-color-5)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""}},"footnotes":""},"categories":[11],"tags":[],"class_list":["post-4854","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-human-resources"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.6 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Perhitungan Pesangon Menurut Pasal 156 Ayat 2 UU Ketenagakerjaan - Gaji.id \u2013 Totalitas Untuk Kebutuhan Anda<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.gaji.id\/id\/2019\/07\/11\/perhitungan-pesangon-menurut-pasal-156-ayat-2-uu-ketenagakerjaan\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Perhitungan Pesangon Menurut Pasal 156 Ayat 2 UU Ketenagakerjaan - Gaji.id \u2013 Totalitas Untuk Kebutuhan Anda\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Sampai saat ini mungkin tidak sedikit karyawan yang mendapatkan uang pesangon. Perlu diketahui bahwa uang pesangon adalah uang yang diberikan oleh pemilik perusahaan kepada para karyawan. Pemberian uang tersebut berhubungan dengan berakhirnya masa kerja atau adanya pemutusan kerja terhadap karyawan. Bagi karyawan yang mendapatkan uang pesangon, berarti karyawan tersebut telah mengalami pemutusan kerja atau masa [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.gaji.id\/id\/2019\/07\/11\/perhitungan-pesangon-menurut-pasal-156-ayat-2-uu-ketenagakerjaan\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Gaji.id \u2013 Totalitas Untuk Kebutuhan Anda\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2019-07-11T13:54:15+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.gaji.id\/wp-content\/uploads\/2020\/04\/rupixen-com-liTBV5RQdbQ-unsplash.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1920\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"1280\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Creata\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Creata\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"3 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.gaji.id\\\/id\\\/2019\\\/07\\\/11\\\/perhitungan-pesangon-menurut-pasal-156-ayat-2-uu-ketenagakerjaan\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.gaji.id\\\/id\\\/2019\\\/07\\\/11\\\/perhitungan-pesangon-menurut-pasal-156-ayat-2-uu-ketenagakerjaan\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"Creata\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.gaji.id\\\/id\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/33fe0977feddc9c1c2baf7b247b6a382\"},\"headline\":\"Perhitungan Pesangon Menurut Pasal 156 Ayat 2 UU Ketenagakerjaan\",\"datePublished\":\"2019-07-11T13:54:15+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.gaji.id\\\/id\\\/2019\\\/07\\\/11\\\/perhitungan-pesangon-menurut-pasal-156-ayat-2-uu-ketenagakerjaan\\\/\"},\"wordCount\":559,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.gaji.id\\\/id\\\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.gaji.id\\\/id\\\/2019\\\/07\\\/11\\\/perhitungan-pesangon-menurut-pasal-156-ayat-2-uu-ketenagakerjaan\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/www.gaji.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2020\\\/04\\\/rupixen-com-liTBV5RQdbQ-unsplash.jpg\",\"articleSection\":[\"Human Resources\"],\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/www.gaji.id\\\/id\\\/2019\\\/07\\\/11\\\/perhitungan-pesangon-menurut-pasal-156-ayat-2-uu-ketenagakerjaan\\\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.gaji.id\\\/id\\\/2019\\\/07\\\/11\\\/perhitungan-pesangon-menurut-pasal-156-ayat-2-uu-ketenagakerjaan\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.gaji.id\\\/id\\\/2019\\\/07\\\/11\\\/perhitungan-pesangon-menurut-pasal-156-ayat-2-uu-ketenagakerjaan\\\/\",\"name\":\"Perhitungan Pesangon Menurut Pasal 156 Ayat 2 UU Ketenagakerjaan - Gaji.id \u2013 Totalitas Untuk Kebutuhan Anda\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.gaji.id\\\/id\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.gaji.id\\\/id\\\/2019\\\/07\\\/11\\\/perhitungan-pesangon-menurut-pasal-156-ayat-2-uu-ketenagakerjaan\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.gaji.id\\\/id\\\/2019\\\/07\\\/11\\\/perhitungan-pesangon-menurut-pasal-156-ayat-2-uu-ketenagakerjaan\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/www.gaji.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2020\\\/04\\\/rupixen-com-liTBV5RQdbQ-unsplash.jpg\",\"datePublished\":\"2019-07-11T13:54:15+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.gaji.id\\\/id\\\/2019\\\/07\\\/11\\\/perhitungan-pesangon-menurut-pasal-156-ayat-2-uu-ketenagakerjaan\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/www.gaji.id\\\/id\\\/2019\\\/07\\\/11\\\/perhitungan-pesangon-menurut-pasal-156-ayat-2-uu-ketenagakerjaan\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.gaji.id\\\/id\\\/2019\\\/07\\\/11\\\/perhitungan-pesangon-menurut-pasal-156-ayat-2-uu-ketenagakerjaan\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.gaji.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2020\\\/04\\\/rupixen-com-liTBV5RQdbQ-unsplash.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/www.gaji.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2020\\\/04\\\/rupixen-com-liTBV5RQdbQ-unsplash.jpg\",\"width\":1920,\"height\":1280},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.gaji.id\\\/id\\\/2019\\\/07\\\/11\\\/perhitungan-pesangon-menurut-pasal-156-ayat-2-uu-ketenagakerjaan\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/www.gaji.id\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Perhitungan Pesangon Menurut Pasal 156 Ayat 2 UU Ketenagakerjaan\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.gaji.id\\\/id\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.gaji.id\\\/id\\\/\",\"name\":\"Gaji.id \u2013 Totalitas Untuk Kebutuhan Anda\",\"description\":\"Gaji.id \u2013 Totalitas Untuk Kebutuhan Anda\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.gaji.id\\\/id\\\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/www.gaji.id\\\/id\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.gaji.id\\\/id\\\/#organization\",\"name\":\"Gaji.id \u2013 Totalitas Untuk Kebutuhan Anda\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.gaji.id\\\/id\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.gaji.id\\\/id\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.gaji.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2023\\\/03\\\/gaji.id_logo.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/www.gaji.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2023\\\/03\\\/gaji.id_logo.png\",\"width\":128,\"height\":48,\"caption\":\"Gaji.id \u2013 Totalitas Untuk Kebutuhan Anda\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.gaji.id\\\/id\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/www.instagram.com\\\/gaji.id\\\/\",\"https:\\\/\\\/www.youtube.com\\\/@gajiid\",\"https:\\\/\\\/www.linkedin.com\\\/company\\\/gaji.id\\\/\",\"https:\\\/\\\/www.tiktok.com\\\/@gaji.id?_t=8XLU7geVDNp&_r=1\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.gaji.id\\\/id\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/33fe0977feddc9c1c2baf7b247b6a382\",\"name\":\"Creata\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/29574274c238df77cc933632c51370a31bd0335288dc78235b464961ced531ec?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/29574274c238df77cc933632c51370a31bd0335288dc78235b464961ced531ec?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/29574274c238df77cc933632c51370a31bd0335288dc78235b464961ced531ec?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Creata\"},\"url\":\"https:\\\/\\\/www.gaji.id\\\/id\\\/author\\\/creata\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Perhitungan Pesangon Menurut Pasal 156 Ayat 2 UU Ketenagakerjaan - Gaji.id \u2013 Totalitas Untuk Kebutuhan Anda","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.gaji.id\/id\/2019\/07\/11\/perhitungan-pesangon-menurut-pasal-156-ayat-2-uu-ketenagakerjaan\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Perhitungan Pesangon Menurut Pasal 156 Ayat 2 UU Ketenagakerjaan - Gaji.id \u2013 Totalitas Untuk Kebutuhan Anda","og_description":"Sampai saat ini mungkin tidak sedikit karyawan yang mendapatkan uang pesangon. Perlu diketahui bahwa uang pesangon adalah uang yang diberikan oleh pemilik perusahaan kepada para karyawan. Pemberian uang tersebut berhubungan dengan berakhirnya masa kerja atau adanya pemutusan kerja terhadap karyawan. Bagi karyawan yang mendapatkan uang pesangon, berarti karyawan tersebut telah mengalami pemutusan kerja atau masa [&hellip;]","og_url":"https:\/\/www.gaji.id\/id\/2019\/07\/11\/perhitungan-pesangon-menurut-pasal-156-ayat-2-uu-ketenagakerjaan\/","og_site_name":"Gaji.id \u2013 Totalitas Untuk Kebutuhan Anda","article_published_time":"2019-07-11T13:54:15+00:00","og_image":[{"width":1920,"height":1280,"url":"https:\/\/www.gaji.id\/wp-content\/uploads\/2020\/04\/rupixen-com-liTBV5RQdbQ-unsplash.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Creata","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"Creata","Estimasi waktu membaca":"3 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.gaji.id\/id\/2019\/07\/11\/perhitungan-pesangon-menurut-pasal-156-ayat-2-uu-ketenagakerjaan\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.gaji.id\/id\/2019\/07\/11\/perhitungan-pesangon-menurut-pasal-156-ayat-2-uu-ketenagakerjaan\/"},"author":{"name":"Creata","@id":"https:\/\/www.gaji.id\/id\/#\/schema\/person\/33fe0977feddc9c1c2baf7b247b6a382"},"headline":"Perhitungan Pesangon Menurut Pasal 156 Ayat 2 UU Ketenagakerjaan","datePublished":"2019-07-11T13:54:15+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.gaji.id\/id\/2019\/07\/11\/perhitungan-pesangon-menurut-pasal-156-ayat-2-uu-ketenagakerjaan\/"},"wordCount":559,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/www.gaji.id\/id\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/www.gaji.id\/id\/2019\/07\/11\/perhitungan-pesangon-menurut-pasal-156-ayat-2-uu-ketenagakerjaan\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.gaji.id\/wp-content\/uploads\/2020\/04\/rupixen-com-liTBV5RQdbQ-unsplash.jpg","articleSection":["Human Resources"],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/www.gaji.id\/id\/2019\/07\/11\/perhitungan-pesangon-menurut-pasal-156-ayat-2-uu-ketenagakerjaan\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.gaji.id\/id\/2019\/07\/11\/perhitungan-pesangon-menurut-pasal-156-ayat-2-uu-ketenagakerjaan\/","url":"https:\/\/www.gaji.id\/id\/2019\/07\/11\/perhitungan-pesangon-menurut-pasal-156-ayat-2-uu-ketenagakerjaan\/","name":"Perhitungan Pesangon Menurut Pasal 156 Ayat 2 UU Ketenagakerjaan - Gaji.id \u2013 Totalitas Untuk Kebutuhan Anda","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.gaji.id\/id\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.gaji.id\/id\/2019\/07\/11\/perhitungan-pesangon-menurut-pasal-156-ayat-2-uu-ketenagakerjaan\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.gaji.id\/id\/2019\/07\/11\/perhitungan-pesangon-menurut-pasal-156-ayat-2-uu-ketenagakerjaan\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.gaji.id\/wp-content\/uploads\/2020\/04\/rupixen-com-liTBV5RQdbQ-unsplash.jpg","datePublished":"2019-07-11T13:54:15+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.gaji.id\/id\/2019\/07\/11\/perhitungan-pesangon-menurut-pasal-156-ayat-2-uu-ketenagakerjaan\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.gaji.id\/id\/2019\/07\/11\/perhitungan-pesangon-menurut-pasal-156-ayat-2-uu-ketenagakerjaan\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.gaji.id\/id\/2019\/07\/11\/perhitungan-pesangon-menurut-pasal-156-ayat-2-uu-ketenagakerjaan\/#primaryimage","url":"https:\/\/www.gaji.id\/wp-content\/uploads\/2020\/04\/rupixen-com-liTBV5RQdbQ-unsplash.jpg","contentUrl":"https:\/\/www.gaji.id\/wp-content\/uploads\/2020\/04\/rupixen-com-liTBV5RQdbQ-unsplash.jpg","width":1920,"height":1280},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.gaji.id\/id\/2019\/07\/11\/perhitungan-pesangon-menurut-pasal-156-ayat-2-uu-ketenagakerjaan\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.gaji.id\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Perhitungan Pesangon Menurut Pasal 156 Ayat 2 UU Ketenagakerjaan"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.gaji.id\/id\/#website","url":"https:\/\/www.gaji.id\/id\/","name":"Gaji.id \u2013 Totalitas Untuk Kebutuhan Anda","description":"Gaji.id \u2013 Totalitas Untuk Kebutuhan Anda","publisher":{"@id":"https:\/\/www.gaji.id\/id\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.gaji.id\/id\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/www.gaji.id\/id\/#organization","name":"Gaji.id \u2013 Totalitas Untuk Kebutuhan Anda","url":"https:\/\/www.gaji.id\/id\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.gaji.id\/id\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/www.gaji.id\/wp-content\/uploads\/2023\/03\/gaji.id_logo.png","contentUrl":"https:\/\/www.gaji.id\/wp-content\/uploads\/2023\/03\/gaji.id_logo.png","width":128,"height":48,"caption":"Gaji.id \u2013 Totalitas Untuk Kebutuhan Anda"},"image":{"@id":"https:\/\/www.gaji.id\/id\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.instagram.com\/gaji.id\/","https:\/\/www.youtube.com\/@gajiid","https:\/\/www.linkedin.com\/company\/gaji.id\/","https:\/\/www.tiktok.com\/@gaji.id?_t=8XLU7geVDNp&_r=1"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.gaji.id\/id\/#\/schema\/person\/33fe0977feddc9c1c2baf7b247b6a382","name":"Creata","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/29574274c238df77cc933632c51370a31bd0335288dc78235b464961ced531ec?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/29574274c238df77cc933632c51370a31bd0335288dc78235b464961ced531ec?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/29574274c238df77cc933632c51370a31bd0335288dc78235b464961ced531ec?s=96&d=mm&r=g","caption":"Creata"},"url":"https:\/\/www.gaji.id\/id\/author\/creata\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.gaji.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4854","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.gaji.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.gaji.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.gaji.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.gaji.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=4854"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.gaji.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4854\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.gaji.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/4855"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.gaji.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=4854"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.gaji.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=4854"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.gaji.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=4854"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}