{"id":21029,"date":"2026-09-07T08:43:08","date_gmt":"2026-09-07T01:43:08","guid":{"rendered":"https:\/\/www.gaji.id\/?p=21029"},"modified":"2026-09-07T08:43:08","modified_gmt":"2026-09-07T01:43:08","slug":"workforce-planning","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.gaji.id\/id\/2026\/09\/07\/workforce-planning\/","title":{"rendered":"Workforce Planning untuk Strategi SDM yang Lebih Terarah"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pertumbuhan bisnis tidak hanya ditentukan oleh strategi penjualan, operasional, atau teknologi, tetapi juga oleh kesiapan tenaga kerja yang menjalankannya. Tanpa perencanaan yang tepat, perusahaan dapat menghadapi kekurangan tenaga kerja, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">skill gap<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, distribusi karyawan yang kurang optimal, hingga meningkatnya beban operasional.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Oleh karena itu, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">workforce<\/span><\/i> <i><span style=\"font-weight: 400;\">planning<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> diperlukan untuk membantu perusahaan menentukan kebutuhan tenaga kerja berdasarkan kondisi saat ini dan arah bisnis di masa depan. Cari tahu penjelasan selengkapnya di bawah ini.<\/span><\/p>\n<h2><b>Workforce Planning vs Manpower Planning<\/b><\/h2>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Workforce planning<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> dan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">manpower planning<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> sama-sama berkaitan dengan perencanaan tenaga kerja, tetapi memiliki cakupan yang berbeda.<\/span><\/p>\n<p><b><i>Manpower planning<\/i><\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> cenderung berfokus pada kebutuhan jumlah tenaga kerja. Perusahaan memperkirakan berapa banyak karyawan yang dibutuhkan berdasarkan beban kerja dan kebutuhan operasional.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sementara itu, <\/span><b><i>workforce planning<\/i><\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> memiliki cakupan yang lebih luas. Selain jumlah karyawan, perusahaan mempertimbangkan kompetensi, produktivitas, struktur tenaga kerja, potensi karyawan, serta kebutuhan strategis perusahaan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dengan demikian, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">workforce planning<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> tidak hanya menjawab pertanyaan &#8220;berapa banyak karyawan yang dibutuhkan?&#8221;, tetapi juga &#8220;kompetensi seperti apa yang dibutuhkan dan bagaimana tenaga kerja dapat mendukung arah bisnis perusahaan?&#8221;.<\/span><\/p>\n<p><b>Baca Juga: <\/b><a href=\"https:\/\/www.gaji.id\/id\/2026\/08\/20\/software-ats\/\"><b>5 Manfaat Software ATS untuk Perusahaan Anda!<\/b><\/a><\/p>\n<h2><b>Mengapa Workforce Planning Penting bagi Perusahaan?<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kebutuhan tenaga kerja dapat berubah mengikuti pertumbuhan bisnis, kondisi pasar, perkembangan teknologi, maupun perubahan strategi perusahaan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Beberapa alasan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">workforce<\/span><\/i> <i><span style=\"font-weight: 400;\">planning<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> penting bagi perusahaan antara lain:<\/span><\/p>\n<h3><span style=\"font-weight: 400;\">1. Menyesuaikan Kebutuhan SDM dengan Strategi Bisnis<\/span><\/h3>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Workforce<\/span><\/i> <i><span style=\"font-weight: 400;\">planning<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> membantu perusahaan memastikan kebutuhan tenaga kerja sejalan dengan target bisnis. Ketika perusahaan berencana melakukan ekspansi, misalnya, HR dapat memperkirakan posisi dan kompetensi yang perlu disiapkan.<\/span><\/p>\n<h3><span style=\"font-weight: 400;\">2. Mengantisipasi Kekurangan atau Kelebihan Tenaga Kerja<\/span><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Perencanaan membantu perusahaan mengidentifikasi potensi kekurangan maupun kelebihan tenaga kerja sebelum berdampak pada operasional. Dengan begitu, perusahaan dapat menyiapkan strategi seperti rekrutmen, redistribusi karyawan, atau pengembangan kompetensi.<\/span><\/p>\n<h3><span style=\"font-weight: 400;\">3. Mengidentifikasi Skill Gap<\/span><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jumlah karyawan yang sesuai belum tentu berarti perusahaan memiliki kompetensi yang dibutuhkan. <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Workforce planning<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> membantu mengidentifikasi kesenjangan antara kompetensi yang tersedia dengan kompetensi yang diperlukan untuk mencapai target bisnis.<\/span><\/p>\n<h3><span style=\"font-weight: 400;\">4. Mengoptimalkan Biaya Tenaga Kerja<\/span><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Keputusan terkait <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">hiring<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, pengembangan karyawan, dan alokasi tenaga kerja dapat direncanakan berdasarkan kebutuhan aktual. Hal ini membantu perusahaan mengelola biaya tenaga kerja secara lebih terukur.<\/span><\/p>\n<h3><span style=\"font-weight: 400;\">5. Mempersiapkan Perusahaan Menghadapi Perubahan<\/span><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Perubahan teknologi, ekspansi bisnis, transformasi proses kerja, maupun kondisi pasar dapat mengubah kebutuhan tenaga kerja. <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Workforce<\/span><\/i> <i><span style=\"font-weight: 400;\">planning<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> membantu perusahaan mempersiapkan tenaga kerja agar dapat mengikuti perubahan tersebut.<\/span><\/p>\n<p><b>Baca Juga: <\/b><a href=\"https:\/\/www.gaji.id\/id\/2026\/08\/18\/human-experience-management\/\"><b>5 Cara Menerapkan Human Experience Management<\/b><\/a><\/p>\n<h2><b>Komponen Penting dalam Workforce Planning<\/b><\/h2>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Workforce<\/span><\/i> <i><span style=\"font-weight: 400;\">planning<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> perlu melihat kondisi tenaga kerja secara menyeluruh. Perusahaan tidak cukup hanya menghitung jumlah karyawan, tetapi juga perlu memahami kualitas, kompetensi, kebutuhan masa depan, serta kesenjangan yang perlu ditangani.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Beberapa komponen penting yang perlu diperhatikan meliputi:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><b><i>Workforce supply<\/i><\/b><b>:<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> jumlah, posisi, kompetensi, pengalaman, dan kondisi tenaga kerja yang tersedia saat ini.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><b><i>Workforce demand<\/i><\/b><b>:<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> jumlah dan kompetensi tenaga kerja yang dibutuhkan untuk mendukung target bisnis di masa depan.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><b><i>Workforce gap<\/i><\/b><b>:<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> kesenjangan antara kondisi tenaga kerja saat ini dengan kebutuhan perusahaan.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><b>Kompetensi dan <\/b><b><i>skill<\/i><\/b><b>:<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> kemampuan yang dimiliki karyawan serta kompetensi yang diperlukan untuk posisi strategis.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><b>Produktivitas:<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> kontribusi tenaga kerja terhadap target dan hasil bisnis.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><b>Struktur tenaga kerja:<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> distribusi karyawan berdasarkan fungsi, posisi, lokasi, maupun tingkat jabatan.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><b><i>Workforce cos<\/i><\/b><b>t:<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> biaya tenaga kerja yang perlu dipertimbangkan dalam perencanaan dan pengambilan keputusan.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><b>Potensi dan kinerja karyawan:<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> informasi yang membantu perusahaan menentukan talenta yang perlu dikembangkan dan dipersiapkan untuk kebutuhan masa depan.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<h2><b>Bagaimana Cara Membuat Workforce Planning?<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Setelah memahami komponen yang perlu dianalisis, perusahaan dapat menyusun <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">workforce<\/span><\/i> <i><span style=\"font-weight: 400;\">planning<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> melalui beberapa tahapan. Berikut ini cara selengkapnya:<\/span><\/p>\n<h3><span style=\"font-weight: 400;\">1. Pahami Arah dan Target Bisnis<\/span><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Langkah pertama adalah memahami rencana bisnis perusahaan. Identifikasi target pertumbuhan, ekspansi, pembukaan lokasi baru, perubahan model bisnis, transformasi teknologi, atau target efisiensi yang berpotensi memengaruhi kebutuhan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">workforce<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">.<\/span><\/p>\n<h3><span style=\"font-weight: 400;\">2. Analisis Kondisi Workforce Saat Ini<\/span><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selanjutnya, perusahaan perlu mengetahui kondisi tenaga kerja yang tersedia. Analisis dapat mencakup jumlah karyawan, posisi, kompetensi, distribusi tenaga kerja, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">turnover<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, produktivitas, hingga posisi yang memiliki peran strategis.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Data yang akurat menjadi penting pada tahap ini karena keputusan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">workforce<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> akan bergantung pada gambaran kondisi tenaga kerja aktual.<\/span><\/p>\n<h3><span style=\"font-weight: 400;\">3. Proyeksikan Kebutuhan Workforce di Masa Depan<\/span><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tentukan jumlah dan kompetensi tenaga kerja yang diperlukan untuk mendukung target bisnis dalam periode tertentu.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Proyeksi dapat dibuat berdasarkan rencana ekspansi, peningkatan kapasitas produksi, pembukaan cabang, perubahan teknologi, atau kebutuhan operasional lainnya.<\/span><\/p>\n<h3><span style=\"font-weight: 400;\">4. Lakukan Workforce Gap Analysis<\/span><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bandingkan kondisi <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">workforce<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> saat ini dengan kebutuhan di masa depan. Dari sini, perusahaan dapat menemukan berbagai kesenjangan, seperti kekurangan jumlah karyawan, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">skill gap<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, atau posisi tertentu yang membutuhkan kompetensi baru.<\/span><\/p>\n<h3><span style=\"font-weight: 400;\">5. Tentukan Prioritas Kebutuhan Tenaga Kerja<\/span><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tidak semua kesenjangan harus diselesaikan dengan rekrutmen. Perusahaan perlu menentukan posisi dan kompetensi yang paling kritis terhadap keberlangsungan bisnis.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Contohnya, kebutuhan kompetensi tertentu dapat dipenuhi melalui <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">upskilling<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> karyawan yang sudah ada, sedangkan posisi yang belum memiliki kandidat internal dapat dipenuhi melalui rekrutmen eksternal.<\/span><\/p>\n<p><b>Baca Juga: <\/b><a href=\"http:\/\/v\"><b>Mengapa HR Analytics Penting? Ini Manfaatnya!<\/b><\/a><\/p>\n<h3><span style=\"font-weight: 400;\">6. Susun Workforce Action Plan<\/span><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Setelah <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">gap<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> teridentifikasi, tentukan tindakan yang akan dilakukan. Rencana dapat mencakup rekrutmen, pelatihan, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">reskilling<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, promosi, mutasi, pengembangan karier, maupun redistribusi pekerjaan.<\/span><\/p>\n<h3><span style=\"font-weight: 400;\">7. Monitor dan Evaluasi Secara Berkala<\/span><\/h3>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Workforce planning<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> bukan proses satu kali. Kondisi bisnis dan tenaga kerja dapat berubah sehingga perusahaan perlu mengevaluasi rencana secara berkala dan menyesuaikannya dengan data aktual.<\/span><\/p>\n<h2><b>Strategi Mengatasi Workforce Gap<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Hasil <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">gap analysis<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> dapat menunjukkan bahwa perusahaan mengalami kekurangan jumlah tenaga kerja, kekurangan kompetensi, atau distribusi karyawan yang belum sesuai.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Setiap kondisi membutuhkan strategi yang berbeda agar solusi yang dipilih benar-benar sesuai dengan kebutuhan perusahaan.<\/span><\/p>\n<h3><span style=\"font-weight: 400;\">1. Develop: Mengembangkan Talenta Internal<\/span><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Perusahaan dapat menutup <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">skill gap<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> melalui pelatihan, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">upskilling<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">reskilling<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">coaching<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, maupun program pengembangan karier. Strategi ini dapat membantu perusahaan mempersiapkan karyawan untuk kebutuhan posisi yang akan datang.<\/span><\/p>\n<h3><span style=\"font-weight: 400;\">2. Hire: Merekrut Talenta Eksternal<\/span><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Rekrutmen dapat dilakukan ketika kompetensi atau jumlah tenaga kerja yang dibutuhkan belum tersedia secara internal. Proses <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">hiring<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> perlu disesuaikan dengan kebutuhan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">workforce<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> dan prioritas bisnis agar penambahan karyawan tetap terarah.<\/span><\/p>\n<h3><span style=\"font-weight: 400;\">3. Redeploy: Mengoptimalkan Distribusi Karyawan<\/span><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kesenjangan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">workforce<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> tidak selalu berarti perusahaan harus menambah karyawan. Pada kondisi tertentu, perusahaan dapat mengalokasikan kembali karyawan ke posisi, divisi, atau lokasi yang membutuhkan kompetensinya.<\/span><\/p>\n<h3><span style=\"font-weight: 400;\">4. Retain: Mempertahankan Talenta Kritis<\/span><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Karyawan dengan kompetensi yang penting bagi bisnis perlu dikelola dan dipertahankan. Perusahaan dapat menggunakan data kinerja, potensi, pengembangan karier, dan kebutuhan karyawan sebagai dasar dalam menyusun strategi retensi.<\/span><\/p>\n<h3><span style=\"font-weight: 400;\">5. Redesign: Mendesain Ulang Pekerjaan<\/span><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Perusahaan dapat mengevaluasi kembali pembagian tugas, struktur pekerjaan, maupun proses kerja. Tujuannya adalah memastikan pekerjaan dapat dilakukan secara efektif dengan komposisi <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">workforce<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> yang tersedia.<\/span><\/p>\n<h3><span style=\"font-weight: 400;\">6. Automate: Memanfaatkan Teknologi<\/span><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Teknologi dapat digunakan untuk mendukung pekerjaan yang bersifat repetitif atau administratif. Dengan demikian, tenaga kerja dapat lebih fokus pada pekerjaan yang membutuhkan kemampuan analitis, pengambilan keputusan, dan kontribusi strategis.<\/span><\/p>\n<h2><b>Peran Software Performance Management dalam Workforce Planning<\/b><\/h2>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Workforce planning<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> akan lebih akurat ketika perusahaan tidak hanya mengetahui berapa banyak karyawan yang dimiliki, tetapi juga memahami bagaimana karyawan bekerja, kompetensi yang dimiliki, serta potensi mereka untuk kebutuhan masa depan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Fitur dari <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">software<\/span><\/i> <a href=\"https:\/\/www.gaji.id\/id\/features\/performance-management\/\"><b><i>Performance Management<\/i><\/b><\/a><span style=\"font-weight: 400;\"> dapat memberikan data yang melengkapi <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">workforce<\/span><\/i> <i><span style=\"font-weight: 400;\">planning<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, seperti:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><b>KPI:<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> membantu perusahaan melihat pencapaian karyawan berdasarkan indikator kinerja yang telah ditentukan.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><b>OKR:<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> membantu menyelaraskan tujuan individu atau tim dengan sasaran perusahaan.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><b>360 Degree Assessment:<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> memberikan perspektif yang lebih menyeluruh mengenai kompetensi dan perilaku kerja karyawan.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><b>9-Box Analytics:<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> membantu memetakan kinerja dan potensi karyawan untuk mendukung pengambilan keputusan terkait pengembangan talenta.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><b>Data kinerja dan potensi:<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> dapat digunakan untuk menentukan karyawan yang perlu dikembangkan, dipertahankan, atau dipersiapkan untuk posisi strategis.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><b>Talent development:<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> hasil evaluasi dapat menjadi dasar dalam menyusun program pengembangan kompetensi dan perencanaan karier.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dengan menghubungkan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">workforce planning<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> dan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">performance management<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, perusahaan dapat memiliki gambaran yang lebih lengkap mengenai kebutuhan tenaga kerja sekaligus kesiapan talenta internal untuk memenuhi kebutuhan tersebut.<\/span><\/p>\n<h2><b>Optimalkan Administrasi Karyawan dengan Aplikasi ESS Gaji.id<\/b><\/h2>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Workforce planning<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> membutuhkan data karyawan yang terstruktur agar perusahaan dapat memahami kondisi <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">workforce<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> secara lebih akurat. Selain <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">software performance management<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> untuk memetakan kinerja dan potensi, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Employee Self Service<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> (ESS) juga membantu mengelola administrasi karyawan secara lebih terstruktur.<\/span><\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.gaji.id\/id\/features\/administrasi-kepegawaian-mandiri\/\"><b>Aplikasi ESS<\/b><\/a> <span style=\"font-weight: 400;\">dari<\/span> <a href=\"https:\/\/www.gaji.id\/id\/\"><b>Gaji.id<\/b><\/a><span style=\"font-weight: 400;\"> dapat membantu perusahaan mengelola berbagai kebutuhan administrasi karyawan secara lebih terstruktur. Dengan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Employee Self Servic<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">e, sebagian proses administrasi dapat dilakukan langsung oleh karyawan sehingga HR dapat lebih fokus pada pekerjaan yang bersifat strategis.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Solusi ini dapat mendukung kebutuhan berbagai industri, dengan data administrasi yang lebih terorganisasi, perusahaan memiliki dasar yang lebih baik untuk mendukung proses HR secara keseluruhan, termasuk pengelolaan workforce dan pengambilan keputusan berbasis data.<\/span><\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/api.whatsapp.com\/send\/?phone=6285186884254&amp;text=Saya%20ingin%20tahu%20lebih%20banyak%20tentang%20Gaji.id\"><b>Hubungi tim Gaji.id<\/b><\/a> <span style=\"font-weight: 400;\">dan<\/span> <a href=\"https:\/\/www.gaji.id\/id\/jadwalkan-demo-form\/\"><b>jadwalkan demo<\/b><\/a><span style=\"font-weight: 400;\"> untuk mengetahui bagaimana aplikasi ESS Gaji.id dapat disesuaikan dengan kebutuhan administrasi karyawan di perusahaan Anda.<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pertumbuhan bisnis tidak hanya ditentukan oleh strategi penjualan, operasional, atau teknologi, tetapi juga oleh kesiapan tenaga kerja yang menjalankannya. Tanpa perencanaan yang tepat, perusahaan dapat menghadapi kekurangan tenaga kerja, skill gap, distribusi karyawan yang kurang optimal, hingga meningkatnya beban operasional.\u00a0 Oleh karena itu, workforce planning diperlukan untuk membantu perusahaan menentukan kebutuhan tenaga kerja berdasarkan kondisi [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":14,"featured_media":21030,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"site-sidebar-layout":"default","site-content-layout":"","ast-site-content-layout":"default","site-content-style":"default","site-sidebar-style":"default","ast-global-header-display":"","ast-banner-title-visibility":"","ast-main-header-display":"","ast-hfb-above-header-display":"","ast-hfb-below-header-display":"","ast-hfb-mobile-header-display":"","site-post-title":"","ast-breadcrumbs-content":"","ast-featured-img":"","footer-sml-layout":"","ast-disable-related-posts":"","theme-transparent-header-meta":"default","adv-header-id-meta":"","stick-header-meta":"","header-above-stick-meta":"","header-main-stick-meta":"","header-below-stick-meta":"","astra-migrate-meta-layouts":"set","ast-page-background-enabled":"default","ast-page-background-meta":{"desktop":{"background-color":"var(--ast-global-color-4)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"tablet":{"background-color":"","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"mobile":{"background-color":"","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""}},"ast-content-background-meta":{"desktop":{"background-color":"var(--ast-global-color-5)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"tablet":{"background-color":"var(--ast-global-color-5)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"mobile":{"background-color":"var(--ast-global-color-5)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""}},"footnotes":""},"categories":[70],"tags":[],"class_list":["post-21029","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-performance-management"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v28.4 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Strategi Workforce Planning untuk Perusahaan Modern<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Workforce planning membantu perusahaan mengelola kebutuhan tenaga kerja secara strategis. Simak komponen, tahapan, dan strategi penerapannya.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.gaji.id\/id\/2026\/09\/07\/workforce-planning\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Strategi Workforce Planning untuk Perusahaan Modern\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Workforce planning membantu perusahaan mengelola kebutuhan tenaga kerja secara strategis. Simak komponen, tahapan, dan strategi penerapannya.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.gaji.id\/id\/2026\/09\/07\/workforce-planning\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Gaji.id \u2013 Totalitas Untuk Kebutuhan Anda\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2026-09-07T01:43:08+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.gaji.id\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/Workforce-Planning.webp\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1440\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"1070\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/webp\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Dito ToffeeDev\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Dito ToffeeDev\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"7 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.gaji.id\\\/2026\\\/09\\\/07\\\/workforce-planning\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.gaji.id\\\/2026\\\/09\\\/07\\\/workforce-planning\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"Dito ToffeeDev\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.gaji.id\\\/id\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/d3d52306f0f05a146068bda55c731d10\"},\"headline\":\"Workforce Planning untuk Strategi SDM yang Lebih Terarah\",\"datePublished\":\"2026-09-07T01:43:08+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.gaji.id\\\/2026\\\/09\\\/07\\\/workforce-planning\\\/\"},\"wordCount\":1345,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.gaji.id\\\/id\\\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.gaji.id\\\/2026\\\/09\\\/07\\\/workforce-planning\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/www.gaji.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/09\\\/Workforce-Planning.webp\",\"articleSection\":[\"Performance Management\"],\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/www.gaji.id\\\/2026\\\/09\\\/07\\\/workforce-planning\\\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.gaji.id\\\/2026\\\/09\\\/07\\\/workforce-planning\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.gaji.id\\\/2026\\\/09\\\/07\\\/workforce-planning\\\/\",\"name\":\"Strategi Workforce Planning untuk Perusahaan Modern\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.gaji.id\\\/id\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.gaji.id\\\/2026\\\/09\\\/07\\\/workforce-planning\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.gaji.id\\\/2026\\\/09\\\/07\\\/workforce-planning\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/www.gaji.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/09\\\/Workforce-Planning.webp\",\"datePublished\":\"2026-09-07T01:43:08+00:00\",\"description\":\"Workforce planning membantu perusahaan mengelola kebutuhan tenaga kerja secara strategis. Simak komponen, tahapan, dan strategi penerapannya.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.gaji.id\\\/2026\\\/09\\\/07\\\/workforce-planning\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/www.gaji.id\\\/2026\\\/09\\\/07\\\/workforce-planning\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.gaji.id\\\/2026\\\/09\\\/07\\\/workforce-planning\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.gaji.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/09\\\/Workforce-Planning.webp\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/www.gaji.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/09\\\/Workforce-Planning.webp\",\"width\":1440,\"height\":1070,\"caption\":\"workforce planning\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.gaji.id\\\/2026\\\/09\\\/07\\\/workforce-planning\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/www.gaji.id\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Workforce Planning untuk Strategi SDM yang Lebih Terarah\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.gaji.id\\\/id\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.gaji.id\\\/id\\\/\",\"name\":\"Gaji.id \u2013 Totalitas Untuk Kebutuhan Anda\",\"description\":\"Gaji.id \u2013 Totalitas Untuk Kebutuhan Anda\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.gaji.id\\\/id\\\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/www.gaji.id\\\/id\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.gaji.id\\\/id\\\/#organization\",\"name\":\"Gaji.id \u2013 Totalitas Untuk Kebutuhan Anda\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.gaji.id\\\/id\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.gaji.id\\\/id\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.gaji.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2023\\\/03\\\/gaji.id_logo.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/www.gaji.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2023\\\/03\\\/gaji.id_logo.png\",\"width\":128,\"height\":48,\"caption\":\"Gaji.id \u2013 Totalitas Untuk Kebutuhan Anda\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.gaji.id\\\/id\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/www.instagram.com\\\/gaji.id\\\/\",\"https:\\\/\\\/www.youtube.com\\\/@gajiid\",\"https:\\\/\\\/www.linkedin.com\\\/company\\\/gaji.id\\\/\",\"https:\\\/\\\/www.tiktok.com\\\/@gaji.id?_t=8XLU7geVDNp&_r=1\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.gaji.id\\\/id\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/d3d52306f0f05a146068bda55c731d10\",\"name\":\"Dito ToffeeDev\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/833ff527580994016ba22f807f6eeabaea67f070eac2fdfd88cfdd7d9704ac7d?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/833ff527580994016ba22f807f6eeabaea67f070eac2fdfd88cfdd7d9704ac7d?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/833ff527580994016ba22f807f6eeabaea67f070eac2fdfd88cfdd7d9704ac7d?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Dito ToffeeDev\"},\"url\":\"https:\\\/\\\/www.gaji.id\\\/id\\\/author\\\/dito-toffeedev\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Strategi Workforce Planning untuk Perusahaan Modern","description":"Workforce planning membantu perusahaan mengelola kebutuhan tenaga kerja secara strategis. Simak komponen, tahapan, dan strategi penerapannya.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.gaji.id\/id\/2026\/09\/07\/workforce-planning\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Strategi Workforce Planning untuk Perusahaan Modern","og_description":"Workforce planning membantu perusahaan mengelola kebutuhan tenaga kerja secara strategis. Simak komponen, tahapan, dan strategi penerapannya.","og_url":"https:\/\/www.gaji.id\/id\/2026\/09\/07\/workforce-planning\/","og_site_name":"Gaji.id \u2013 Totalitas Untuk Kebutuhan Anda","article_published_time":"2026-09-07T01:43:08+00:00","og_image":[{"width":1440,"height":1070,"url":"https:\/\/www.gaji.id\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/Workforce-Planning.webp","type":"image\/webp"}],"author":"Dito ToffeeDev","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"Dito ToffeeDev","Estimasi waktu membaca":"7 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.gaji.id\/2026\/09\/07\/workforce-planning\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.gaji.id\/2026\/09\/07\/workforce-planning\/"},"author":{"name":"Dito ToffeeDev","@id":"https:\/\/www.gaji.id\/id\/#\/schema\/person\/d3d52306f0f05a146068bda55c731d10"},"headline":"Workforce Planning untuk Strategi SDM yang Lebih Terarah","datePublished":"2026-09-07T01:43:08+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.gaji.id\/2026\/09\/07\/workforce-planning\/"},"wordCount":1345,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/www.gaji.id\/id\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/www.gaji.id\/2026\/09\/07\/workforce-planning\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.gaji.id\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/Workforce-Planning.webp","articleSection":["Performance Management"],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/www.gaji.id\/2026\/09\/07\/workforce-planning\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.gaji.id\/2026\/09\/07\/workforce-planning\/","url":"https:\/\/www.gaji.id\/2026\/09\/07\/workforce-planning\/","name":"Strategi Workforce Planning untuk Perusahaan Modern","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.gaji.id\/id\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.gaji.id\/2026\/09\/07\/workforce-planning\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.gaji.id\/2026\/09\/07\/workforce-planning\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.gaji.id\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/Workforce-Planning.webp","datePublished":"2026-09-07T01:43:08+00:00","description":"Workforce planning membantu perusahaan mengelola kebutuhan tenaga kerja secara strategis. Simak komponen, tahapan, dan strategi penerapannya.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.gaji.id\/2026\/09\/07\/workforce-planning\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.gaji.id\/2026\/09\/07\/workforce-planning\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.gaji.id\/2026\/09\/07\/workforce-planning\/#primaryimage","url":"https:\/\/www.gaji.id\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/Workforce-Planning.webp","contentUrl":"https:\/\/www.gaji.id\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/Workforce-Planning.webp","width":1440,"height":1070,"caption":"workforce planning"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.gaji.id\/2026\/09\/07\/workforce-planning\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.gaji.id\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Workforce Planning untuk Strategi SDM yang Lebih Terarah"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.gaji.id\/id\/#website","url":"https:\/\/www.gaji.id\/id\/","name":"Gaji.id \u2013 Totalitas Untuk Kebutuhan Anda","description":"Gaji.id \u2013 Totalitas Untuk Kebutuhan Anda","publisher":{"@id":"https:\/\/www.gaji.id\/id\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.gaji.id\/id\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/www.gaji.id\/id\/#organization","name":"Gaji.id \u2013 Totalitas Untuk Kebutuhan Anda","url":"https:\/\/www.gaji.id\/id\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.gaji.id\/id\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/www.gaji.id\/wp-content\/uploads\/2023\/03\/gaji.id_logo.png","contentUrl":"https:\/\/www.gaji.id\/wp-content\/uploads\/2023\/03\/gaji.id_logo.png","width":128,"height":48,"caption":"Gaji.id \u2013 Totalitas Untuk Kebutuhan Anda"},"image":{"@id":"https:\/\/www.gaji.id\/id\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.instagram.com\/gaji.id\/","https:\/\/www.youtube.com\/@gajiid","https:\/\/www.linkedin.com\/company\/gaji.id\/","https:\/\/www.tiktok.com\/@gaji.id?_t=8XLU7geVDNp&_r=1"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.gaji.id\/id\/#\/schema\/person\/d3d52306f0f05a146068bda55c731d10","name":"Dito ToffeeDev","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/833ff527580994016ba22f807f6eeabaea67f070eac2fdfd88cfdd7d9704ac7d?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/833ff527580994016ba22f807f6eeabaea67f070eac2fdfd88cfdd7d9704ac7d?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/833ff527580994016ba22f807f6eeabaea67f070eac2fdfd88cfdd7d9704ac7d?s=96&d=mm&r=g","caption":"Dito ToffeeDev"},"url":"https:\/\/www.gaji.id\/id\/author\/dito-toffeedev\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.gaji.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/21029","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.gaji.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.gaji.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.gaji.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/14"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.gaji.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=21029"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.gaji.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/21029\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":21031,"href":"https:\/\/www.gaji.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/21029\/revisions\/21031"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.gaji.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/21030"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.gaji.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=21029"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.gaji.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=21029"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.gaji.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=21029"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}